![]() |
| Saan Mustopa |
Sejumlah pengamat politik menilai dorongan Pilkada 2022 tetap digelar sebagai tiket Anies Baswedan maju Pilpres 2024. Partai NasDem, yang mendukung Pilkada 2022 tetap digelar, menepis penilaian itu.
"Kalau kita nggak ada pandangan seperti itu. Kita murni bahwa pertimbangan-pertimbangan teknis kepemiluan. Yang kedua juga pertimbangan kualitas elektoral dan sebagainya. Yang ketiga juga kita mempertimbangkan sisi keamanan, dan keempat kita mempertimbangkan dari sisi masa jabatan. Kenapa Pilkada 2022 itu dalam istilah dinormalisasi itu perlu dilakukan itu dalam kerangka itu semua," kata Ketua DPP NasDem Saan Mustopa di kompleks gedung MPR/DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (27/1/2021).
Saan menyebut NasDem tak memandang hanya Pilkada DKI Jakarta saja saat 2022. Namun ada ratusan pilkada lainnya yang rencananya digelar tahun itu.
"Jadi nggak ada kita NasDem itu terbersit DKI, nggak. Kan Pilkada 2022 itu bukan hanya DKI. Secara nasional hampir 100-an lebih ada pilkada di 2022. Itu pertimbangan kita," ujar Wakil Ketua Komisi II ini.
Saan pun mengungkapkan pertimbangan lain mengapa NasDem sepakat Pilkada 2022 tetap digelar. Pertimbangannya adalah menumpuknya gelaran pileg, pilpres, hingga pilkada.
"Kalau misalnya Pilkada 2022, 2023, ditarik ke 2024, secara teknis mungkin itu tidak, di mana di situ digelar pileg, pilpres, dalam waktu satu tahun, kemudian anggaplah sela di November Pilkada 2024, hampir 500-an kabupaten/kota plus 34 provinsi, tahapan pilpres belum selesai, ini harus sudah masuk tahapan pilkada. Dari sisi beban penyelenggara, beban parpol ke depan, dia belum selesai kontestasi pileg, pilpres, sementara dia menyiapkan kontestasi pilkada," imbuhnya.
sumber: detik
