Ekonom Rizal Ramli kembali membuat pernyataan kontroversial dengan menyebut Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok dengan kelas glodok. Ahok dinilai tak layak menjadi petinggi di perusahaan badan usaha milik negara atau BUMN.
Rizal Ramli menilai Presiden Jokowi hanya mencari masalah. Selain pernah bermasalah dengan hukum.
Menurut Rizal Ramli, Ahok tak punya pengalaman korporasi. Kalaupun Presiden Jokowi ingin keturunan Tionghoa menjadi pejabat BUMN, masih banyak eksekutif dari kalangan Tionghoa yang lebih baik, bukan kelas Glodok.
Baca juga: Politisi PDIP: Rizal Ramli rendahkan warga Glodok
Melalui akun twitternya, Rizal Ramli membantah bahwa pernyataannya tentang Ahok berbau rasial. Dia mengaku memiliki banyak sahabat dari keturuan Cina dan non muslim.
"RR (Rizal Ramli) sahabat Arief Budiman, Kwik, Jaya Suprana. Mereka sangat nasionalis & kredibel," tulis Rizal Ramli melalui akun twitter @RamliRizal, Selasa, 19 November 2019.
Ketimbang Ahok, menurut Rizal Ramli, Preside Joko Widodo atau Jokowi sebaiknya mempertimbangkan dua nama ini untuk menduduki pos penting di BUMN.
Keduanya adalah Ignasius Jonan, eks Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, dan Thomas Lembong, mantan Kepala Badan Penanaman Modal.
Jonan dan Tom Lembong jauh lebih berbobot dan bermanfaat dari Ahok yang modalnya maki2 dan dramatisasi doang," kata Rizal Ramli. (tempo)
