AHY: Pilkada itu rakyat bersuara ingin pilih pemimpinnya secara langsung


Ketua Komando Satuan Tugas Bersama atau Kogasma Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengatakan pemilihan kepala daerah atau Pilkada mesti dipilih secara langsung.

"Bagaimana mungkin hak yang sudah diberikan kepada rakyat kemudian dicabut dibatalkan kembali, saya rasa rakyat juga tidak akan terima begitu saja kalau itu terjadi," kata Agus Harimurti Yudhoyono, di Jakarta, Selasa, 19 November 2019.

Pemilihan umum secara langsung, kata dia, merupakan amanat dari reformasi 1998.

"Mereka punya hak untuk bisa memilih pemimpinnya di daerah secara langsung, mari hormati hak rakyat, kita dukung semoga demokrasi Indonesia semakin matang dan berkeadaban," kata dia.

Baca juga: 
Tito Karnavian: Wilayah untuk dimekarkan jadi provinsi yakni Papua Selatan

AHY menegaskan Partai Demokrat tidak pernah memandang pemilihan kepala daerah bisa dikembalikan ke bentuk tidak langsung.

"Kami tidak ingin kemudian demokrasi kita mundur ke belakang, mungkin ada yang salah 'meng-capture' atau pun menyimpulkan," ujarnya lagi.

Partai Demokrat, kata dia, tetap dengan keinginan rakyat yang telah memilih sistem pilkada berupa pemilihan langsung.

"Yang jelas kami ingin bersama-sama dengan suara rakyat bahwa pilkada itu ya sudah milik rakyat, artinya rakyat bersuara ingin memilih pemimpinnya secara langsung," ujarnya pula. (tempo)