Capres Nomor 02: Saya merasa tidak berbuat salah tapi ya sudah kita baru belajar, tim saya juga baru.


Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto menyampaikan maaf kepada publik. Hal ini terkait kebohongan yang dilakukan oleh aktivis Ratna Sarumpaet soal pengeroyokan di Bandung, Jawa Barat.

Prabowo minta maaf karena telah menyampaikan informasi kebohongan yang dilakukan oleh Ratna Sarumpaet.

"Saya di sini atas nama pribadi dan sebagai pimpinan daripada tim kami, saya minta maaf kepada publik, bahwa saya telah ikut menyuarakan sesuatu yang belum diyakini kebenarannya," kata Prabowo di Kertanegara, Jaksel, Rabu (3/10).

Ratna telah mengirim surat permohonan maaf kepada Prabowo dan timnya. Dalam pertemuan Selasa (2/10) siang lalu, Ratna yang mengaku dianiaya.

"Ibu Ratna Sarumpaet mengaku kepada kami dianiaya. Dan kami lihat sendiri dan waktu itu sudah beredar foto seperti itu dan akibat itu kami merasa sangat terusik, sangat khawatir. Dan karena itu kami menyampaikan jumpa pers," jelas Prabowo.

Dia pun kaget Ratna melakukan kebohongan. Ratna pun telah menelepon tim Prabowo-Sandiaga untuk menyampaikan permintaan maaf.

Prabowo pun bersyukur kabar penganiayaan itu tidak terjadi. Dia pun menyatakan Ratna yang selama ini dia kenal adalah pembela rakyat kecil.

"Di depan rakyat Indonesia saya minta maaf, saya merasa tidak berbuat salah. Saya akui saya grasa-grusu, tapi yasudah kita baru belajar, tim saya juga baru. Tapi tidak ada alasan, salah akui salah," tutup Prabowo.

Aktivis Ratna Sarumpaet mengakui dirinya membuat kebohongan soal penganiayaan oleh orang tak dikenal di Bandung. Dia meminta maaf kepada Calon Presiden nomor urut 2 Prabowo Subianto telah menemui dan membelanya.Setelah menyadari kebohongan soal penganiayaan itu salah, Ratna menyesal.

Ratna mengungkapkan, wajah lebamnya itu bukan karena dianiaya, tetapi akibat operasi sedot lemak yang dilakukan di bagian pipi kiri. Operasi itu dilakukan di RS Bina Estetika Jakarta tanggal 21 September lalu.

"Saya memohon maaf kepada Pak Prabowo Subianto yang kemarin tulus membela kebohongan yang saya buat," kata Ratna di rumahnya, kawasan Kampung Melayu, Jakarta Timur, Rabu (3/10).

Sebelum bertemu Prabowo, Ratna mengaku bertemu dengan Waketum Partai Gerindra Fadli Zon. Cerita bohong penganiayan itu disampaikan ke Fadli.

Setelahnya, Prabowo bersimpati dan datang menemui Ratna. Ratna menceritakan cerita bohong yang sama seperti yang diceritakan kepada pihak keluarga hingga Fadli Zon.

"Dan sampai di depan pak Prabowo, orang yang saya perjuangkan saya juga mengatakan hal yang sama," ujarnya.

Tak hanya Prabowo, Ratna juga meminta maaf kepada Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais. Karena berempati terhadap nasib Ratna, Amien ingin menemui Kapolri Jenderal Tito Karnavian.

"Saya memohon maaf kepada Pak Amien, yang dengan sabar mendengar kebohongan saya kemarin," ucap Ratna. [rnd]