LSI Denny JA: Pasangan Jokowi-Maruf dapat 60,5% dan Prabowo-Sandi mendapat 28,7%

Pasangan Jokowi-Maruf dapat 60,5% dan Prabowo-Sandi mendapat 28,7%


Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA, merilis survei elektabilitas pasangan capres-cawapres di mata para pemilih muslim jelang Pemilu Presiden (Pilpres) 2019. Hasilnya, dari 6 kategori pemilih muslim yang diambil dari sampel 1.200 responden, menunjukan Jokowi-Maruf Amin lebih unggul dibanding sang rival, Prabawo Subianto-Sandiaga Uno.

Peneliti LSI Denny JA, Rully Akbar, menjelaskan pada pemilih muslim yang cendrung mengasosiasikan diri dengan ormas Islam, Jokowi-Maruf Amin unggul di beberapa ormas islam. Di kalangan Nahdhatul Ulama, Jokowi-Maruf memperoleh persentase sebesar 54,7% dan Prabowo-Sandiaga memperoleh 27,0%. Di kalangan Muhammadiyah, pasangan petahana memperoleh persentase sebesar 50,0% sementara Prabowo-Sandiaga memperoleh 35,7%.

Prabowo-Sandi hanya unggul di satu segmen, yaitu unsur Persaudaraan Alumni 212. Pasangan ini mendapat presentase sebesar 61.1%, sementara Jokowi-Maruf Amin hanya memperoleh 27,8%.

Pada kategori pemilih muslim yang berpandangan agama dan politik tak terpisahkan, pasangan Jokowi-Maruf Amin unggul dengan persentase 54,3%. Adapun Prabowo-Sandiaga mendapat perolehan 32,4%.

Pemilih muslim yang berpikiran bahwa agama dan politik harus dipisahkan, hasilnya juga tak jauh berbeda. Pasangan Jokowi-Maruf mendapatkan presentase sebesar 60,5% dan Prabowo-Sandi mendapat 28,7%.

Pada kategori pemilih muslim yang berpikiran tentang tipe negara ideal, 75,7% pemilih menginginkan landasan negara tetap Pancasila. Di segmen ini, Jokowi-Maruf juga mengalahkan pasangan Prabawo Subianto-Sandiaga Uno, dengan presentase masing-masing sebesar 54,2% dan 30,4%.

Hal serupa juga terlihat ditataran pemilih muslim yang menginginkan negara seperti Timur Tengah. Jokowi-Maruf tetap unggul dengan perolehan 43,5%, sementara Prabowo Subianto mendapatkan 38,8%. Pemilih muslim yang mendukung demokrasi liberal juga menunjukan hal serupa, dengan hasil 48,0% bagi pasangan Jokowi-Maruf dan 16.0% untuk pasangan Prabawo-Sandiga Uno.

Pada pemilih yang melihat ketekunan beribadah, realitasnya yang tak jauh berbeda. Responden memiliki kecenderungan memilih pasangan Jokowi-Maruf, dengan persentase 57,9% sementara Prabowo-Sandi 27,4%.

“Ini kita asumsi ketekunannya dari setidaknya, sholat sehari sekali. Tapi dari segmen pemilih yang hanya sholat di momen tertentu saja, itu lebih banyak mendukung ke pasangan Prabowo-Sandi, yaitu 43,5% dan Jokowi-Ma’ruf Amin 41,2%,” kata Rully.

Tak hanya itu, dilihat dari umat muslim yang kerap membaca ayat suci Al-Quran, Jokowi-Maruf pun unggul dibanding Prabowo-Sandi. Presentasenya masing-masing 61,0% dan 30,1%.

“Nah kalau ini kita melihat sering tidaknya baca Alquran. Hitungannya setidaknya sebulan sekali, tapi orang yang hanya membaca Al- Quran di momen tertentu, itu lebih ke Prabowo-Sandiaga, dengan persetase angka 42,9% VS 41,5%,” lanjutnya.

Terakhir, dari segmen pemilih yang cenderung mengikuti pilihan ulama panutan, Jokowi-Maruf mampu meraih suara dari 6 tokoh yang menjadi objek survei. Sedangkan pasangan Prabowo-Sandi hanya mendapatkan suara dari 3 tokoh.

Pasangan Jokowi-Maruf mendapatkan suara dari ustaz Yusuf Mansur yang memiliki basis suara sebesar 14%, KH Maruf Amin dengan basis suara 8%, KH Said Aqil Siradj dengan basis suara sebesar 2,1% dan mendapatkan suara dari Din Syamsudin dan TGB Zainul Majdi.

Sementara pasangan Prabawo-Sandi mendapatkan suara dari 3 tokoh, yakni Ustad Abdul Somad dengan basis suara 20,2%, Rizieq Shihab dengan basis suara 7%, serta Amien Rais dengan basis suara 5,8%.

Menurut Rully, unggulnya Jokowi di segmen pemilih muslim tak terlepas dari pilihannya menjadikan Maruf Amin sebagai cawapres. Tak dipungkiri, kata dia, hal tersebut melegitimasi Jokowi sebagai pihak yang dekat dengan umat islam. “Jadi umat Islam merasa lebih terwakili dengan pasangan Jokowi yang memilih calon wakil presiden dari kalangan ulama,” jelasnya.

Sebagian umat Islam juga merasa puas dengan kinerja Jokowi, sehingga berefek kepada disukainya karakter Jokowi di mata umat muslim.

“Ada lima faktor selain yang sudah saya disebutkan diatas, pertama umat Islam puas dengan kinerja Jokowi, banyak karakter Jokowi yang lebih disukai pemilih muslim, Ma’ruf Amin juga demikian, banyak umat muslim yang suka karakternya dan umat Islam menyukai program menguatkan ekonomi umat,” paparnya.

Menyikapi hal tersebut, peniliti LSI lainnya, Adjie Alfaraby, mengatakan hasil ini bisa saja berubah seiring dengan masa kampanye yang masih lumayan lama.

“Tak hanya itu, sebenarnya ada tiga faktor yang mempengaruhi perubahan ini, pertama kampanye, kedua debat kandidat pasangan calon, dan yang terakhir sebaran isu yang nanti akan dilakukan dari masing-masing pasangan calon, sebagai manuver mempengaruhi persepsi publik,” pungkasnya. [sumber: alinea.id]